Archives

Post

STOP PRESS..!!!

Sekedar pemberitahuan.
Dengan ini saya beritahukan bhw keilmuan yg saya ajarkan dlm workshop QMT (Quantum Mind Technology) adalah merupakan ranah keilmuan eksperimental di dunia hypnotherapy yg di sebut dg Metaphysical Hypnosis... dan bila merujuk pada buku spiritual hypnotherapy karya Anand Khrisna. Maka materi yg ada juga msh termasuk area tsb.

Oleh karena itu saya tegaskan bhw. Workshop tersebut bukanlah bagian dari ajaran agama tertentu ataupun organisasi keagamaan tertentu... Semua keilmua merupakan aplikasi praktis dari dunia Mind Technology. Yang bersifat netral dan bebas nilai serta berada di luar termin agama

Oleh karena itu, semua sudut pandang yg saya keluarkan adalah merupakan suatu sudut pandang seorang Praktisi Mind Technogy dan peneliti potensi pikiran bawah sadar. Yang mungkin saja berbeda bila ditinjau dari sudut pandang yg lain...

Jadi kalaupun saya mengupas soal jimat ataupun hal-hal yg bersifat metafisik. Tentulah sy akan mengupasnya dari sudut pandang keilmuan Mind Technology.

Jadi saya mohon maaf bila kajian saya berbeda dg kajian anda.

Sekian pemberitahuan saya kali ini. Terima kasih...


Post

AVATAR HEALING

Tekhnik Sedulur Papat Limo Pancer (Kembaran Diri) untuk Self Terapi.

Terkait dengan permintaan seorang sahabat di inbox, berikut ini saya berikan Tips AVATAR HEALING.

Ada dua tekhnik yang bisa dilakukan untuk melakukan terapi dengan kembaran diri.

Tekhnik 1. Ciptakan Avatar Assistant yang diprogram sebagai terapis Energi. Dan saat di butuhkan, suruh avatar tersebut untuk menerapi diri anda sendiri.

Tekhnik 2 . Avatar Communication.

Berikut ini langkah-langkahnya :

1. Tulis atau sebutkan apa permasalahan anda.

2. Lakukan permintaan komunikasi dengan bagian diri Anda yang memegang permasalahan tersebut. Pada langkah dua ini Anda boleh menyampaikan terima kasih dan meminta kesediaan bagian diri Anda yang memegang permasalahan itu untuk berbicara. Tunggulah sampai bagian tersebut menjawabnya dan bila Anda sering berkomunikasi dengan kembaran diri Anda, jawaban tersebut akan berupa kata-kata yang tidak perlu Anda tafsirkan lagi.

3. Tanyakan bagian diri Anda yang memegang permasalahan tersebut apakah maksud positif dengan adanya masalah seperti itu dan dengarkanlah jawaban yang disampaikan.

4. Mintalah kepada bagian kreatif dalam diri Anda untuk mengajukan 3 alternatif solusi yang sesuai dengan maksud positif yang disampaikan dalam langkah 3. Perlu diketahui bahwa Pada diri Anda, memiliki bagian diri yang bertugas untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif, sehingga Anda hanya perlu meminta pada bagian ini.

5. Ajukanlah 3 solusi baru kepada bagian diri Anda yang memegang permasalahan untuk memilih satu di antara solusi yang ditawarkan. Bila bagian diri Anda yang memegang permasalahan menolak solusi ini, kembali ke langkah 4 untuk meminta bagian kreatif membuat 3 alternatif solusi baru, berikutnya setelah itu baru lanjutkan pada langkah 6.

6. Periksa kesesuaian (ekologis) dengan bagian diri Anda yang lain dengan menanyakan

“Seluruh bagian diri saya, apakah ada yang keberatan dengan solusi ini dalam mencapai kesembuhan diri saya ?”

Bila Anda tidak mendapat keberatan, Anda dapat berterima kasih kepada seluruh bagian diri Anda, karena telah melakukan langkah untuk self therapy. Namun bila ada keberatan, Anda harus mengulang kembali dari langkah 4, 5 dan 6 sampai seluruh bagian diri Anda dapat menerima solusi tersebut dengan nyaman.

SEMOGA BERMANFAAT...


Post

Langkah Mudah Mewujudkan Impian Menjadi Kenyataan

TEKHNIK IMPIAN
Dan mereka tidak percaya ketika mengetahui bahwa untuk aktivasi Energi Kesadaran itu bisa dilakukan cukup dengan melakukan Meditasi Kesadaran selama 15 s/d 20 menit. Dan setelah itu, kita dapat mengaplikasikan energi kesadaran untuk berbagai tujuan, baik untuk terapi, ataupun untuk mewujudkan suatu cita-cita..........dll..

Mereka bilang, ini hanya tekhnik Impian belaka......

Maka saya katakan... TEPAT SEKALI PERKATAAN ANDA. INI ADALAH TEKHNIK IMPIAN....

Dan bagi kami, tekhnik Impian ini telah begitu banyak mewujudkan Impian kami menjadi suatu realita yang nyata.

Dan bagi anda.............
memang...................
tekhnik ini hanya ada di dalam mimpi anda....
Selamat bermimpi yo mbah.....

“10 Easy Steps to Turning Dreams Into Reality!
by. Vincent Grant

1. Pola pikir vs Pengetahuan
Hal pertama yang perlu kita pahami tentang mengubah mimpi menjadi kenyataan adalah menyangkut dua atribut berbeda. Kita perlu memiliki kedua atribut ini, yaitu Pengetahuan dan Mindset positif. Banyak orang lupa tentang Mindset dan akibatnya lebih mungkin untuk gagal dalam upaya mereka mencapai apa yang mereka inginkan, jika mereka ingin.

Seperti yang dapat Anda saksikan, bahwa tindakan mencapai segala sesuatu sebagian besar dengan memiliki pola pikir yang benar. Banyak ahli yang mengatakan hal ini dengan rasio ¾ Mindset dan ¼ Pengetahuan.

Memiliki Pengetahuan yang tepat, sebenarnya cukup sederhana. Anda dapat belajar keterampilan dan strategi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas yang telah Anda atur sebelumnya. Bagaimanapun masih banyak orang yang berjuang dengan Mindset-nya.

Untuk memiliki Mindset juara berarti bahwa Anda harus sangat Termotivasi, memiliki determinasi dan kemauan yang kuat. Untuk itu dibutuhkan pengorbanan.

2. Temukan Tujuan Hidup Anda
Salah satu Hambatan terbesar yang dimiliki kebanyakan orang adalah bahwa mereka tidak memiliki tujuan yang jelas untuk diperjuangkan dalam hidup mereka. Artinya bahwa meskipun orang-orang ini mungkin mengatakan mereka menginginkan rumah besar dan mobil Porsche, dan bahkan lebih jauh dari ini sebagai item-item tujuan, mereka masih tidak menyadari tujuan sejati mereka dalam hidup.

Untuk mengetahui Tujuan Hidup Anda, Anda perlu bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan. Anda perlu membuat daftar apa yang harus Anda lakukan dan apa-apa yang tidak Anda inginkan ada dalam kehidupan Anda. Ini dapat berupa perasaan, orang, ide atau obyek, apapun yang bisa Anda fikirkan.

Berikutnya buatlah daftar Kendala yang menghalangi jalan Anda untuk meraih apa-apa yang Anda harapkan dalam hidup Anda.

Kemudian berpikirlah tentang apa yang Anda inginkan mengenai keluarga, teman dan rekan katakan tentang hidup Anda setelah Anda meninggal. Saya tahu bahwa ini terdengar agak mengerikan, tapi berpikir tentang hal ini di hidup Anda, bisa sangat memotivasi.

Akhirnya, tulis tujuan hidup Anda sebagai sebuah statemen yang terdiri dari beberapa kalimat. Cetaklah, dan pasangkan di suatu tempat yang dapat Anda lihat tiap hari.

3. Mendapatkan Motivasi
Ada begitu banyak metode yang dapat Anda temukan, salah satu metode besar yang saya ingin gunakan adalah poster mimpi. Ide dasar dari metoda ini adalah dengan memotong gambar dari majalah, misal rumah, mobil dan kapal pesiar yang ingin Anda miliki dalam hidup Anda. Kemudian luangkan waktu setiap hari untuk melihat poster Anda tersebut dan Visualisasikan kehidupan yang Anda inginkan.

Cara lain adalah dengan mencetak kata-kata atau kalimat inspirasional dan tempatkan pada dinding di ruang kerja pribadi Anda.

Luangkan waktu untuk meditasi, bisa hanya dengan duduk sambil mendengarkan musik yang Anda sukai dan Visualisasikan hidup Anda seperti yang Anda inginkan. Lihatlah diri Anda sedang berada di pantai Bahama saat liburan, atau menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda di taman, gunakan semua imajinasi Anda.

4. Tujuan Yang S.M.A.R.T
Sebelum kita mengatur tujuan, adalah penting bahwa kita memiliki gagasan tentang bagaimana menulis tujuan yang efektif. Kita ingin tujuan terdefinisi dengan baik dan mudah untuk memotivasi diri kita ke depan, dan akhirnya, mencapainya.

Kerangka terbaik yang pernah saya temui adalah filosofi S.M.A.R.T. Berdasarkan filosofi ini, tujuan kita harus:
1. Specific (Spesifik),
2. Measurable (Terukur),
3. Action-Oriented (Berorientasi kegiatan),
4. Realistic/Relevan (Realistis), dan
5. Time/resource constrain (Waktu / batasan sumberdaya).

Jadi, sekarang kita memiliki kerangka yang telah terbukti untuk mendasari tujuan kita, sekarang kita dapat mulai menetapkan beberapa tujuan.

5. Mendefinisikan Tujuan
Sekarang kita harus berpikir tentang sebuah Tujuan yang ingin kita capai. Ini adalah sesuatu yang cukup besar seperti memiliki sebuah rumah di tepi pantai atau mendapatkan pekerjaan sebagai Enjiner.

Kita tentu saja akan memilah ini ke dalam bentuk Milestones dan kemudian membaginya ke dalam poin-poin kegiatan lebih kecil agar dapat lebih mudah dicapai.

Namun, untuk saat ini Anda perlu memutuskan beberapa area yang Anda ingin tingkatkan dan kemudian tulis menggunakan filosofi SMART seperti diatas.

6. Daftar Milestones
Sekarang kita dapat melihat Tonggak utama yang perlu kita ambil untuk mencapai Tujuan kita. Sebagai contoh adalah untuk mendapatkan pekerjaan sebagai Enjiner, ada beberapa langkah utama tertentu yang perlu kita ambil untuk mewujudkan tujuan ini. Misalnya, Milestone paling jelas yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menyelesaikan sekolah keteknikan.

Seperti yang Anda lihat, kita telah secara progresif memecah tujuan kita ke dalam potongan yang lebih kecil, potongan yang lebih mudah dikelola.

7. Mengatur Tugas
Selanjutnya kita perlu membagi ini Milestones ke dalam tugas-tugas (kegiatan) yang spesific. Ini mengagumkan karena Anda dapat secara efektif menentukan sendiri tugas/kegiatan dan kemudian memeriksa daftar Anda. Hal ini memudahkan untuk memeriksa kemajuan Anda.

Kita ambil contoh lain, Tujuan kita kali ini adalah untuk membuat $ 1 juta dari pasar saham dalam waktu 3 bulan, dengan investasi awal sebesar $10.000, dengan berinvestasi dalam opsi saham. Catat ini adalah tujuan SMART.

Kemudian mari kita membuat Milestone pertama kita untuk 'belajar bagaimana berinvestasi di pasar saham, "kita kemudian dapat melanjutkan untuk memilah ini ke dalam Tugas/kegiatan yang lebih kecil.

Tugas pertama kita kemudian bisa berupa membaca buku “ Options Trading”, satu bab satu malam, catat, bahwa ini juga merupakan Tujuan SMART. Tempelkan rencana harian Anda ini pada dinding dan ceklah jika sudah selesai.

8. Yakin akan Sukses
Anda dapat menarik kesejajaran antara Sukses Anda dan statemen Tujuan Hidup Anda. Namun, keyakinan Anda lebih dari sebuah pernyataan dari Keyakinan dan Janji Anda tentang bagaimana Anda akan menjalani hidup ini.

Ini akan memberikan dasar untuk pengambilan keputusan Anda dan juga berfungsi sebagai pengingat motivasi. Jangan ragu untuk memasukkan beberapa afirmasi seperti “saya selalu tenang dalam krisis”, kata-kata ini akan memberikan beberapa motivasi ekstra.

Dan jika Anda percaya dan mengatakan kata-kata ini sesering mungkin, dengan keyakinan, maka perilaku Anda akan berubah dan merefleksikan hal ini.

9. Pertanyaan Sukses
Bukan hal yang istimewa, ketika Anda melihat tujuan Anda setiap hari, untuk sekadar berkata kepada diri sendiri "baik, saya pikir sejauh ini akan OK". Anda harus benar-benar melihat kemajuan yang telah dilakukan/dicapai dan tanyakan pada diri sendiri,” Bagaimana cara saya untuk bisa melakukan hal ini lebih baik lagi?

10. Satu Step
Selamat! Dengan membaca tips ini berarti Anda telah melalui satu langkah awal. Dengan demikian Anda hanya perlu meneruskan dengan 9 langkah berikutnya. Semoga Sukses.

Ref : Kang Bagus


Post

HUKUM MENTAL #3: HUKUM KEPERCAYAAN

Hukum Kepercayaan mengatakan bahwa apapun yang anda percayai dengan sungguh-sungguh dan melibatkan emosi akan menjadi kenyataan anda. Dalam bahasa Inggris dikatakan, “You will see it when you believe it”.

Kepercayaan anda mengendalikan realita anda. Mengapa? Karena anda akan konsisten bertindak sejalan dengan kepercayaan anda. Kita dapat melihat kepercayaan seseorang hanya dengan melihat apa yang mereka lakukan. Tindakan merupakan perwujudan dari kepercayaan.

Hukum ini berlaku dua arah. Pertama, kepercayaan menentukan tindakan yang kita lakukan. Sebaliknya, dengan secara sadar mengendalikan setiap tindakan kita, maka kita dapat secara tidak langsung membentuk dan mengendalikan kepercayaan kita. Dengan selalu melakukan tindakan yang sejalan dengan kepercayaan yang ingin anda kembangkan, maka anda akhirnya pasti akan mampu membangun kepercayaan itu, sama halnya dengan anda melatih otot anda dengan mengangkat barbel.

Misalnya anda percaya bahwa anda ditakdirkan untuk menjadi seorang pembicara publik yang berhasil, dan anda berjalan, bersikap, berbicara, dan bertindak layaknya seorang pembicara publik yang sukses, setiap hari, maka cepat atau lambat anda akan mengembangkan mind-set sebagai seorang pembicara publik andal. Dan bila anda mulai mengembangkan mind-set ini, anda akan mendapatkan hasil yang konsisten dengan mind-set anda. Akhirnya, kepercayaan anda akan menjadi kenyataan.

Kepercayaan anda memberi anda suatu bentuk pandang terowongan (tunnel vision ). Hal ini membuat anda mengabaikan informasi, yang masuk, yang tidak konsisten dengan apa yang anda putuskan untuk anda percayai. Anda tidak selalu mempercayai apa yang anda lihat tetapi anda melihat apa yang anda percayai.

Misalkan jika anda mutlak percaya bahwa anda pasti sukses besar dalam kehidupan, maka tidak peduli apapun yang terjadi, anda akan terus maju ke arah tujuan anda. Tidak ada apapun yang dapat menghentikan anda.

Sebaliknya jika anda percaya bahwa sukses hanyalah soal kemujuran atau kebetulan saja maka anda akan dengan mudah menjadi patah semangat dan kecewa setiap kali segala hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan anda. Jadi kepercayaan menetapkan anda untuk sukses maupun gagal.

Kepercayaan yang paling berbahaya, yang lebih berbahaya dari penyakit AIDS atau Kanker adalah self-limiting belief atau kepercayaan yang bersifat melemahkan diri kita. Kepercayaan ini sangat berbahaya dan mematikan, secara mental dan emosional. Orang yang “mengidap” penyakit self-limiting belief biasanya tidak sadar bila terkena penyakit gawat ini. Lalu apa itu self-limiting belief ? Ini adalah kepercayaan yang berdasar pada keraguan dan rasa takut.

Kepercayaan ini menghalangi anda mencapai keberhasilan. Kepercayaan ini berisi pemikiran negatip mengenai diri anda yang mengatakan bahwa anda tidak cakap, tidak kreatif, penampilan anda buruk, anda tidak punya kelebihan, anda orang bodoh, dan tidak berenergi. Setiap kali anda meragukan kemampuan anda maka anda memberikan energi pada kepercayaan itu. Semakin sering anda mengulangi perilaku buruk, akibat dari kepercayaan yang salah, maka semakin kuat kepercayaan negatip itu.

Hampir semua kepercayaan yang membatasi diri kita sama sekali tidak benar. Kepercayaan ini terbentuk berdasarkan informasi negatif yang anda masukkan ke dalam hati dan anda menerima hal ini sebagai sesuatu yang benar. Begitu anda menerima kepercayaan itu sebagai sesuatu yang benar, maka kepercayaan anda akan menjadi realita anda.

Untuk mengatasi hal ini anda harus menantang dan mempertanyakan kebenaran kepercayaan anda. Anda perlu memeriksa sumber dan keabsahan kepercayaan anda.

Untuk berkembang kita perlu bersikap kritis bahkan terhadap kepercayaan kita yang paling dalam. Kita perlu berani bertanya pada diri sendiri, "Bagaimana saya tahu dan yakin bila kepercayaan ini adalah benar? Bagaimana bila ternyata kepercayaan ini salah dan sangat merugikan hidup saya?"

Bagaimana menurut Anda?

Ref. Adi W Gunawan
Link : https://www.facebook.com/AdiWGunawan/posts/10151481211831938


Post

HUKUM MENTAL # 2: HUKUM KOMPENSASI

Hukum ini merupakan kelanjutan dari Hukum Menabur dan Menuai. Hukum Kompensasi menyatakan bahwa anda mendapatkan hasil sebanding dengan upaya atau kontribusi yang anda lakukan, titik. Tidak lebih dan tidak kurang. Pas ukurannya dan pas takarannya. Dengan demikian apa yang telah anda capai dalam hidup anda saat ini, misalnya dari segi finansial, merupakan kompensasi atau hasil dari apa yang telah anda lakukan di masa lalu. Jika anda ingin meningkatkan hasil anda maka anda harus meningkatkan nilai kontribusi yang anda lakukan.

Penekanannya ada pada ”nilai” kontribusi yang dilakukan. Bukan sekedar kontribusi atau upaya yang dilakukan.

Mengapa?
Hal ini menjawab pertanyaan mengapa para pemimpin mendapatkan kompensasi (baca: hasil) yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang biasa. Padahal orang biasa melakukan kerja yang jauh lebih keras dari pada para pemimpin itu. Ini semua berhubungan dengan ”nilai” kontribusi atau upaya yang dilakukan. Semakin besar pengaruh positif yang timbul dari suatu tindakan maka semakin tinggi nilainya.

Ini menjelaskan mengapa seorang supervisor mendapat kompensasi lebih besar dari karyawan biasa. Demikian pula seorang manajer mendapat kompensasi jauh lebih besar daripada supervisor.

Demikian pula seorang pilot mendapat kompensasi jauh lebih besar dari pramugari atau ground staff. Padahal bila dihitung jam kerja mereka sama.

Salah cara untuk tahu apakah "nilai" kontribusi seseorang tinggi atau rendah adalah apa yang akan terjadi bila orang ini tidak lagi ada atau bekerja. Apakah dengan ia tidak lagi bekerja akan memberi pengaruh besar pada tempat kerja atau lingkungannya? Apakah ia sulit digantikan oleh orang lain?

Semakin sulit seseorang digantikan maka semakin tinggi "nilai" kontribusinya. Demikian pula sebaliknya.

Anda mungkin pernah bertemu atau bahkan merasa heran mengapa ada orang yang mendapatkan hasil yang sangat berlimpah, dan ada orang yang tidak mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Apakah Tuhan pilih kasih ? Tidak ! Jawabannya sederhana. Orang yang mendapatkan hasil berlimpah telah melakukan jauh lebih banyak dari yang seharusnya. Dengan kata lain mereka menabur sangat banyak benih. Tidak heran jika mereka menuai lebih banyak hasil.

Bagaimana menurut Anda?

Ref. Adi W Gunawan
Link : https://www.facebook.com/AdiWGunawan/posts/10151479650341938


Post

KAMUS HIPNOTISM : Sugestibilitas

Hipnotisability adalah kemampuan seseorang untuk masuk ke dalam alam bawah sadar.
Tipe Sugestibiltas adalah cara seseorang dalam menerima suatu sugesti (Informasi) ke dalam pikiran bawah sadarnya.

Berkebalikan dari pemahaman umum bahwa seorang hipnotis/hipnoterapis memiliki kuasa penuh atas subjek yang sedang dihipnosis, sebenarnya subjek itulah yang menjalankan semuanya, semuanya tergantung dari tingkat sugestibilitas yang dimilikinya.

Oleh karena itulah, Uji Sugestibilitas sangat penting dilakukan sebelum suatu sesi hypnotherapy dijalankan.

Hukum-Hukum Sugestibilitas
Berdasarkan pengertian mengenai tipe sugestibilitas, praktik hipnoterapi yang berhasil membutuhkan pemahaman tentang lima hukum dominan sugestibilitas :

1. The Law of Reverse Reaction (Hukum Reaksi Berkebalikan)
2. The Law of Repetition (Hukum Repetisi)
3. The Law of Dominance (Hukum Dominasi)
4. The Law of Delayed Action (Hukum Tindakan yang Tertunda)
5. The Law of Association (Hukum Asosiasi)

Pemahaman dan penerapan hukum dominan sugestibilitas akan sangat membantu kita dalam memanfaatkan kondisi alamiah sugestibilitas klien untuk mempengaruhi dan membantunya keluar atau sembuh dari masalah yang ia alami. Manusia pada umumnya dikendalikan oleh dua emosi, yaitu fear/takut dan greed/keserakahan, dua emosi ini pula yang membuat manusia sangat mudah dipengaruhi oleh hukum-hukum sugesti.

Perasaan takut menekan kemampuan untuk membuat keputusan. Akibatnya, dalam kondisi takut, setiap keputusan akan dengan sangat mudah diterima. Demikian pula dengan keserakahan menimbulkan perasaan urgensi atau keterdesakan sehingga kita bertindak tanpa berfikir secara logis.

Uji Sugestibilitas

Uji Sugestibilitas bertujuan :
1. Menentukan tipe Sugestibiltas klien.
2. Mengkonversikan uji sugestibilitas ke dalam hipnosis, atau untuk menentukan tekhnik induksi yg tepat untuk klien sesuai dengan tipe Sugestibiltasnya.

Enam teknik dasar induksi adalah
1. Eye Fixation,
2. Relaxation of Nervous System,
3. Mental Confusion,
4. Mental Misdirection,
5. Loss of Equilibrium, dan
6. Shock to Nervous System.

Dari enam teknik dasar ini dikembangkan menjadi sangat banyak teknik induksi. Walaupun saat ini ada begitu banyak teknik induksi namun bila dicermati dengan sungguh-sungguh maka teknik induksi yang ada dapat dikategorikan menjadi empat kelompok:
1. Progressive Relaxation (yang biasanya membutuhkan waktu 30 – 45 menit),
2. Rapid Induction ( sekitar 4 menit),
3. Instant Indcution (beberapa detik), dan
4. Emotionally Induced Induction (induksi karena emosi yang dialami klien).

Saat melakukan uji sugestibilitas terhadap suyet untuk pertama kali, kita menggunakan metode sugesti Direct yang bersifat memerintah secara langsung. Anda boleh langsung mengkonversikan ke hipnosis jika anda sudah mengenal tipe sugestibilitas suyet. Namun, anda juga tidak perlu mengkonversikan ke hipnosis jika anda sekedar ingin mengetahui tipe sugestibilitas suyet.

“Uji Sugestibilitas : Perlukah?”
Jawabannya bergantung kebutuhan. Bila untuk melakukan stage hypnosis maka uji sugestibilitas harus dilakukan untuk bisa memilih atau menemukan subjek hipnosis yang mudah. Bisa anda bayangkan apa yang terjadi jika stage hypnotist tidak melakukan uji sugestibilitas dan langsung memilih subjek dari penonton. Akibatnya akan fatal karena subjek tidak akan bisa dihipnosis dengan cepat dan tidak akan ada pertunjukkan yang menarik.

Bagaimana dengan hipnoterapi? Apa perlu uji sugestibilitas?
Bila mengacu pada SHSS (Stanford Hypnotic Suceptibility Scale) yang dikembangkan oleh Ernest Hilgard maka manusia terbagi menjadi 85% yang moderat, 10% mudah, dan 5% sulit dihipnosis. SHSS ini banyak digunakan sebagai acuan oleh hipnoterapis hingga saat ini.

Dr. Kappas mengembangkan teori sugestibilitas yang menyatakan bahwa manusia terbagai menjadi dua kategori besar yaitu physical suggestibility (sugestibilitas yang bersifat fisik) dan emotional suggestibility (sugestibilitas yang bersifat emosi). Dari penelitian ditemukan bahwa 60% populasi bersifat emotionally suggestible dan 40% physically suggestible. Kelompok emotionally suggestible mempunyai sub kategori yang dinamakan intellectual suggestibility yang mewakili sekitar 5% populasi.

1. Physical Suggestibility
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Physical Suggestibility berarti sugestibilitas yang dominan bersifat fisik. Sugestibilitas sendiri mempunyai arti dasar "cara belajar seseorang". Nah, orang yang bertipe physical biasanya mempelajari sesuatu dengan cara hal-hal yang berkaitan dengan fisik. Yang menggembirakan adalah orang tipe ini mudah untuk dihipnosis, sedangkan kabar buruknya orang yang bertipe physical suggestibility termasuk sedikit. Mengapa orang yang bertipe physical mudah dihipnosis? Sebab, semua tehnik hipnosis umumnya diperuntukkan kepada orang bertipe physical. Anda dapat menggunakan metode sugesti "Direct" (memerintah secara langsung) kepada orang bertipe ini. Ciri mendasar orang yang bertipe Physical adalah lulus uji sugestibilitas dan sangat menurut pada sugesti yang kita berikan.

2. Emotional Suggestibility
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Emotional Suggestibility berarti sugestibilitas yang dominan menyangkut masalah emosi. Orang yang bertipe ini, belajar sesuatu cenderung menggunakan sifat/emosinya. Orang bertipe ini berpopulasi lebih banyak dibanding tipe physical dan kabar buruknya rata-rata orang yang bertipe ini susah dihipnosis. Sebab, rata-rata script-script hipnosis bersifat physical. Oleh karena itu, anda diwajibkan menggunakan metode sugesti "Indirect" (bersifat tidak langsung dan cenderung mengajak) kepada orang bertipe ini. Ciri mendasar orang yang bertipe Emotional adalah gagal dalam uji sugestiblitas dan enggan menurut dengan perintah langsung.

Setiap orang memiliki kadar physical suggestibility dan emotional suggestibility yang berbeda-beda. Ada yang 40% physical dan 60% emotional, 30% emotional dan 70% physical dll. Yang paling baik adalah suyet dengan 50% physical dan 50% emotional. Sebab, suyet tersebut sangat efektif untuk menerima sugesti positif maupun negatif (stage hypnotist). Apakah ada orang yang 100% physical atau 100% emotinal? memang ada, namun sangat langka.

Pakar lain, Herbert Spiegel, mengembangkan teknik uji sugestibilitas, dengan menggunakan gerakan bola mata dan empat indikator lainnya, yang dikenal dengan Hypnotic Induction Profile (HIP). Selanjutnya Spiegel juga mengembangkan Spectrum of Hypnotizability and Personality Style dan mengelompokkan subjek ke dalam tipe Apollonian, Odyssean, dan Dionysian.

Ada pengalaman menarik saat seorang rekan menceritakan pengalamannya saat diinduksi oleh seorang hipnoterapis. Rekan ini, di depan kelas pelatihan, diinduksi berkali-kali dengan menggunakan bermacam teknik, tetap tidak bisa masuk ke kondisi hipnosis. Akhirnya hipnoterapis ini berkata, “Anda tidak bisa trance karena anda masuk kategori orang yang tidak bisa dihiposis.”

Saat mendengar cerita ini ada dua hal yang muncul di pikiran saya. Pertama, hipnoterapis ini mengacu pada HIP Spiegel, Regular Zero Profile, yang menyatakan bahwa orang dalam kategori ini tidak bisa dihiposis. Kedua, hipnoterapis ini mungkin gemas pada rekan saya ini karena telah dicoba dihipnosis berulang kali tapi tetap tidak berhasil sehingga untuk mudahnya ia mengatakan bahwa rekan saya ini masuk kategori orang yang tidak bisa dihipnosis.

Benarkah ada kategori orang yang tidak bisa dihipnosis?

Jawabannya bergantung pada teori apa atau pendapat pakar mana yang kita gunakan sebagai acuan. Di sini tidak ada jawaban benar atau salah. Yang ada adalah untuk setiap teori atau pendapat pakar mempunyai konsekuensi yang spesifik terhadap hasil induksi yang kita lakukan.

Dulu waktu saya pertama kali mendalami hipnoterapi saya sempat bingung saat membaca riset para pakar mengenai tipe sugestibilitas dan apa yang harus dilakukan untuk bisa melakukan induksi dengan benar yang bisa membawa klien masuk ke kondisi deep trance.

Di awal karir saya sebagai hipnoterapis saya sangat memperhatikan uji sugestibilitas. Biasanya sebelum menghipnosis klien saya akan meminta klien melakukan The Hand Drop Test, Arm Rising and Falling Test, Postural Sway, dan kadang bisa ditambah dengan The Pendulum Swing Test.

Dari pengalaman saya menemukan bahwa uji sugestibilitas di atas sebenarnya adalah untuk menemukan klien yang masuk kategori Physically Suggestible. Kalau klien sulit menjalankan tes, misalnya Arm Rising and Falling Test, maka saya tahu klien ini masuk kategori emotionally suggestible atau mungkin yang tipe intellectual.

Untuk klien yang “sulit” maka saya perlu menggunakan teknik induksi yang sesuai. Misalnya dengan teknik 7 plus minus 2, auto dual method, teknik hand rolling, dan teknk yang bersifat membingungkan pikiran.

Namun jujur saya merasa tidak nyaman dengan hal ini. Setiap kali mau melakukan terapi saya harus melakukan uji sugestibilitas. Dan yang membuat hal ini menjadi semakin sulit bagi saya adalah ada banyak klien yang telah ke hipnoterapis lain yang juga melakukan hal ini, uji sugestibilitas. Nah, klien datang ke saya karena merasa belum mengalami perubahan signifikan. Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila saya melakukan, di awal sesi terapi, hal yang sama yang dilakukan terapis sebelumnya. Seringkali sejak awal terapi klien sudah menolak. Mereka berpikir, “Lho, ini kan yang dilakukan terapis sebelumnya. Saya tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Cara ini nggak mungkin berhasil.”

Berangkat dari pengalaman ini saya selanjutnya berpikir, “Apakah ada teknik induksi yang sederhana, yang bisa dilakukan pada semua klien tanpa perlu tahu tipe sugestibilitasnya? Apakah ada teknik yang sederhana, mudah dipelajari, mudah diaplikasikan, mudah diduplikasi, dan yang paling penting telah teruji sangat efektif untuk bisa membawa subjek tipe apapun masuk ke kondisi deep trance dengan cepat dan pasti?”

Jawabnya, yaitu SMITH TRANCE LOGIC.

Ref. Adi W Gunawan [http://www.pembelajar.com/uji-sugestibilitas-perlukah]


Post

Supranatural atau Spiritual

SPIRITUALIS VS SUPRANATURALIS
Saat ini ada beberapa praktisi yang rancu dalam memaknai spiritualisme, dan menganggap semua kegiatan metafisika sebagai ilmu spiritual. Ini adalah suatu pendapat yg salah kaprah...

Ilmu-ilmu metafisika secara prinsipil terbagi dalam dua kategori, yang bisa berupa tahapan atau bisa juga berdiri secara sendiri-sendiri.

1. SUPRANATURAL
2. SPIRITUAL

Supranatural ==> How To be Something.
How To atau metode-metode untuk Mengubah energi menjadi materi.
cth. Bagaimana Cara Mendapatkan, mewujudkan, dll.

Bersifat Horisontal duniawi...

Intinya adalah suatu rumus keilmuan yang bertujuan untuk memperoleh sesuatu yg bersifat duniawi, seperti agar menjadi lebih teguh, lebih percaya diri, lebih sakti, lebih sukses, lebih kaya, Kanuragan, dll...

Spiritual ==> How To be Nothing.
How To atau metode-metode untuk Mengubah materi menjadi energi.
cth. Bagaimana Cara Melepaskan, Memurnikan, mengikhlaskan, dll.

Bersifat Vertikal transendental.

Intinya adalah suatu jalan untuk secara bertahap melakukan penyempurnaan diri dan melepaskan segala kemelekatan terhadap segala hal yg bersifat duniawi. Dan bahkan mengkonversi segala kegiatan duniawi untuk memajukan dimensi keruhaniannya (ukhrowinya_...
Cth amalannya, memperbanyak sedekah, zikir yg hanya murni untuk Taqorrub. dll...

TIPUAN SPIRITUAL.
Dunia batin, sungguh penuh tipuan dan jebakan bagi jiwa...
Bahkan pencapaian-pencapaian keruhanian itu bisa menjadi hijab bagi pengembangan diri dan kultivasi kesadaran Ruhani... dan terkadang sebenarnya masihlah belum masuk ke dimensi spiritual tetapi masih termasuk di dimensi supranatural atau duniawi belaka...

Cth. Kemampuan melihat hal gaib, trawangan, kemampuan mendapatkanl benda gaib, kesaktian, kemampuan melihat dimensi surgawi, kemampuan bertemu arwah, dll...

Ciri utama dunia supranatural adalah : Ini adalah suatu skill atau kompetensi, jadi bisa dipelajari dan bisa di ulang-ulang kembali sekehendak hati.

Sedangkan ciri utama dunia spiritual adalah, apapun yg diperoleh ini adalah suatu anugrah, tidak bisa diupayakan sekehendak hati. Terjadi semata-mata karena Rahmat dan pertolongan Allah swt semata.

Bahkan pencapaian-pencapaian keruhanian dalam dunia Thoriqoh, itupun bersifat hanya untuk diketahui tetapi tidak untuk diakui.... Jadi, bila seseorang dalam bertarekat merasa dan mengaku telah mencapai Maqom (derajad spiritual) ini dan itu.. maka sesungguhnya itu adalah suatu pengakuan palsu.....

Senior saya dalam tarekat mengatakan, ketika seseorang berkata dan mengaku telah mencapai suatu maqom tertentu, maka itu adalah suatu pengakuan palsu dan suatu kebohongan belaka....

Karena orang yg suka mengaku-aku, artinya masih butuh pengakuan manusia dan tidak butuh pengakuan Tuhan.

MITOS SPIRITUAL
Salah satu mitos spiritual adalah, kalau yang dilakukan itu menggunakan bahasa arab atau menggunakan zikir, dan lain-lain... Maka, itu pastilah Spiritual....

Ini sebenarnya hanyalah Mitos dan bisa jadi merupakan suatu tipuan dari Nafsu (Nafsu duniawi yang berkamuflase agama)...

dan bisa jadi tertipu oleh Talbis Iblis atau tipuan syetan...

Karena Apapun yang dibaca, bila tujuannya duniawi. Maka itu masih termasuk dimensi Supranatural....

SINERGI HARMONIS SUPRANATURAL & SPIRITUAL.
Untuk mempersatukan dimensi Supranatural & Spiritual, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah. Buang segala kepalsuan dan tipuan.... jangan lagi melakukan kamuflase nafsu berkedok spiritual atau agama.

Kedua, Terima kenyataan bahwa ini adalah untuk tujuan duniawi dan yang itu untuk tujuan ukhrowi... jadi terima kenyataan bahwa pancaran Fokus kesadaran itu ada yang bersifat Horisontal dan ada yang bersifat Vertikal, ada dimensi supranatural dan ada dimensi spiritual.

Ketiga, lakukan komposisi sesuai kebutuhan diri anda masing-masing. Karena adalah fakta bahwa sebagai manusia yg masih hidup di dunia, maka tentulah kita masih membutuhkan duniawi sebagai alat untuk survive dalam kehidupan di dunia.

Oleh karena itu, ambil aspek duniawi sesuai kebutuhan. dan jangan terlalu berlebihan. Karena hanya akan memberatkan di aspek spiritual....

Demikianlah sedikit urun rembug dari saya, semoga bermanfaat. Salam Damai...

Wallahu a'lam..


Fans Page